Tim peneliti Departemen Kesehatan Kulit dan Kelamin Fakultas Kedokteran
Universitas Airlangga–RSUD Dr. Soetomo dan Pusat Riset Stem Cell UNAIR
tengah mengembangkan serum peremajaan kulit (rejuvenation) berupa stem cell yang menggunakan produk metabolit dari amnion.
Dalam prosesnya, mereka terus mengembangkan formulasi untuk menghasilkan
komponen produk topikal untuk peremajaan kulit yang aman dan
berkualitas.
Salah satu tim peneliti, Dr. dr. Cita Rosita Sigit Prakoeswa, Sp.KK (K),
FINSDV, FAADV, mengungkapkan alasan penggunaan produk metabolit stem cell dalam pembuatan sediaan topikal untuk peremajaan kulit.
Produk metabolit merupakan produk yang dihasilkan oleh stem cell. Dalam prosesnya, peneliti menggunakan bahan-bahan metabolit yang dihasilkan oleh stem cell. Setelah diteliti, bahan-bahan tersebut mengandung unsur growth factor yang berfungsi untuk meregenerasi sel-sel kulit.
“Prosedur dimulai dari bahan membran amnion kemudian dilakukan isolasi dan kultur stem cell di laboratorium. Dalam proses tersebut, sel akan memproduksi bahan-bahan metabolite yang kaya akan berbagai growth factor. Proses ini dapat diulang beberapa kali untuk pengambilan supernatan. Bahan metabolite ini yang kemudian dimanfaatkan sebagai bahan utama sediaan topikal,” jelasnya.
Cita mengakui, produk stem cell memang lebih berkualitas daripada produk metabolitnya. Namun, aplikasi stem cell lebih
rumit dan memakan biaya cukup tinggi. Berdasarkan alasan itulah, tim
peneliti memutuskan untuk menyederhanakan proses, meningkatkan kemampuan
produksi, dan membuat produk lebih aman digunakan.
“Karena mengandung sel, maka stem cell hanya
dapat digunakan oleh pemilik sel itu sendiri, tidak bisa diaplikasikan
pada orang lain. Karena dikhawatirkan, jika diaplikasikan pada orang
lain, justru dapat menimbulkan risiko penolakan dari tubuh,” ungkapnya.
“Tentu saja tim kami meneliti sesuai prosedur standar Good Clinical Practice (GCP),” tegas doktor lulusan UNAIR.
Tambah vitamin
Demi upaya untuk meningkatkan uji keberhasilan produk metabolit stem cell dari
amnion, peneliti tengah mengkombinasikan komponen metabolit dengan
vitamin C dan vitamin E. Penambahan kedua unsur vitamin ini diperlukan
untuk memaksimalkan proses penyembuhan luka, serta sebagai antioksidan.
Menurut Cita, keberadaan luka dapat mengakibatkan radikal bebas sehingga
diperlukan penambahan vitamin C dan E untuk menangkal terjadinya
radikal bebas.
“Secara deduktif eksploratif teori penambahan vitamin C dan E sebenarnya
mampu memberikan efek antioksidan. Namun faktanya, penelitian kami
belum sampai ke situ. Tahap ini sedang berjalan. Dan lagi sampel belum
maksimal, karena belum mencapai 30 sampel,“ ungkapnya.
Namun dari hasil pengamatan, Cita menilai pemberian serum kombinasi ini
menunjukkan hasil yang lebih baik dibanding pada produk metabolit yang
tidak dikombinasi.
“Nanti kita lihat hasilnya. Jika hasilnya lebih baik, maka yang akan
dikembangkan adalah serum yang kombinasi ini, tapi kalau hasilnya sama
saja, ya, nggak usah repot-repot dikombinasi,” jelasnya.
Saat ini, proses uji coba produk metabolit stem cell telah melibatkan
sebanyak 30 sampel. Sementara, uji coba untuk kombinasi vitamin C dan
vitamin E masih dalam proses. Cita menargetkan, seluruh proses uji coba dan penelitiannya akan selesai tahun ini.
Selanjutnya, produk serum akan didaftarkan ke BPOM. Jika sudah mengantongi surat ijin, barulah serum ini dilempar ke pasaran.
“Mudah-mudahan tahun depan serum ini sudah bisa beredar. Untuk tahun ini
kami fokus tuntaskan penelitiannya terlebih dulu. Setelah itu
publikasi, sembari mendaftarkan ke BPOM dan menggandeng industri,
semoga segera terwujud,” ungkapnya.
Selain itu, Cita mengungkapkan bahwa pihaknya belum menemukan adanya risiko alergi selama proses uji coba produk metabolit tersebut.
“Bahan kosmetik apapun sebenarnya berisiko alergi. Dalam hal ini,
penyebab alergi bukan karena produknya, melainkan respon tubuh
masing-masing orang yang berbeda. Ada yang hipersensitif pada bahan
tertentu, sementara orang lain tidak,” jelasnya.
Source : http://news.unair.ac.id/2017/06/14/produk-peremajaan-kulit-dari-metabolit-stem-cell-dinilai-aman/
Daftar Fakultas di Universitas Airlangga
:
- Fakultas Kedokteran
- Fakultas Kedokteran Gigi
- Fakultas Ekonomi dan Bisnis
- Fakultas Hukum
- Fakultas Psikologi
- Fakultas Farmasi
- Fakultas Ilmu Budaya
- Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
- Fakultas Kesehatan Masyarakat
- Fakultas Sains dan Teknologi
- Fakultas Perikanan dan Kelautan
- Fakultas Kedokteran Hewan
- Fakultas Keperawatan
- Fakultas Vokasi
- Sekolah Pasca Sarjana