Di Kelurahan Boyolangu, salah satu sentra penghasil pisang terbesar di
Kabupaten Banyuwangi, kulit pisang menjadi persoalan tersendiri.
Dianggap sebagai limbah dan selayaknya harus dibuang. Padahal, ada
banyak manfaat gizi yang cukup lengkap terkandung dalam kulit pisang,
jika kita dapat mengolahnya.
Karena itulah untk memanfaatkan benda yang seakan sudah tak berguna tadi, tim mahasiswa Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis
(FEB) PSDKU Universitas Airlangga di Banyuwangi, melakukan pelatihan
bisnis mengolah kulit pisang menjadi produk bernilai ekonomis sebagai
upaya meningkatkan pendapatan masyarakat, kepada Ibu-ibu PKK Kelurahan
Boyolangu, Kabupaten Banyuwangi.
Mahasiswa yang mengabdikan diri para pemberdayaan masyarakat tersebut
adalah Tsania Ysnaini Mawardi (angkatan 2016, ketua tim), Dessy Rizky
Putri (2016), Indah Oktavia Utami (2016), Tri Nur Afiyah Wulandari
(2015), dan Rosalinda Mattylda (2014).
Menurut Tsania Ysnaini, selaku Ketua tim Program Kreativitas Mahasiswa
bidang Pengabdian Masyarakat (PKM-M) UNAIR Banyuwangi, hasil pelatihan
itu sekarang ibu-ibu rumah tangga anggota PKK di Kel. Boyolangu yang
rata-rata tidak bekerja, kini terampil membuat produk minuman segar dari
kulit pisang, keripik buah pisang, dan makanan lain yang terbuat dari
pisang.
“Kami menginisiasi segera terbentuk UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah)
dan menghasilkan produk untuk menopang penghasilan keluarga. Selain itu
jumlah limbah kulit pisang yang cukup banyak akan teratasi menjadi
produk yang miliki nilai jual dan menguntungkan karena dimanfaatkan
sebagai bahan pangan,” kata Tsania.
Di desa itu diakui banyak pohon pisang yang sengaja ditanam di sepanjang
rel di seberang rumah warga. Secara tidak langsung pula menjadikan buah
pisang sebagai makanan semi-pokok bagi warga setempat. Bahkan semua
warung kopi menyediakan makanan dari pisang, misalnya pisang goreng,
sale dan keripik.
Ditambahkan, selama ini masyarakat awam tidak banyak mengetahui bahwa
pisang, baik buah, daun, batang, jantung, dan kulitnya sekalipun, dapat
dimanfaatkan. Menurut Basse (2000), porsi (volume) kulit pisang itu
cukup banyak, mencapai sepertiga dari buah pisang sebelum dikupas.
Kandungan gizi kulit pisang juga cukup lengkap, seperti karbohidrat,
lemak, protein, kalsium, fosfor, zat besi, vitamin B, vitamin C dan air.
Unsur-unsur gizi inilah yang dapat digunakan sebagai sumber energi dan antibodi bagi tubuh manusia.
PKMM “Banana Skin (Banskin) Business” ini hadir untuk memberikan pelatihan bisnis. Tujuannya untuk mengubah mindset para mitra yang sebelumnya menganggap kulit pisang hanyalah limbah,
padahal bisa dibuat menjadi suatu produk. Luaran lain yang diharapkan
adalah terbentuknya UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) pada kader
yang telah dilatih tersebut.
Dari pre-test yang dilakukan pada kelompok ibu-ibu PKK di Kelurahan
Boyolangu tersebut hampir semua ibu-ibu anggota PKK yang tidak bekerja,
hanya menjadi ibu rumah tangga, bahkan
sebagian besar hanya lulusan SD. Meski begitu, 50% dari mereka punya
impian bisa buka suatu usaha di masa depan.
Tim PKMM melakukan pelatihan bisnis Banskin Business sebanyak
4 kali. Tim bukan hanya mengajari bagaimana mengolah kulit pisang
menjadi produk bernilai ekonomis, namun juga mengajarkan packaging,
kandungan gizi, hingga perijinan perihal UMKM di Kabupaten Banyuwangi.
Tim juga menghadirkan pemateri dari UMKM dan Dinas Kesehatan Kab.
Banyuwangi.
Daftar Fakultas di Universitas Airlangga
:
- Fakultas Kedokteran
- Fakultas Kedokteran Gigi
- Fakultas Ekonomi dan Bisnis
- Fakultas Hukum
- Fakultas Psikologi
- Fakultas Farmasi
- Fakultas Ilmu Budaya
- Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
- Fakultas Kesehatan Masyarakat
- Fakultas Sains dan Teknologi
- Fakultas Perikanan dan Kelautan
- Fakultas Kedokteran Hewan
- Fakultas Keperawatan
- Fakultas Vokasi
- Sekolah Pasca Sarjana
Tidak ada komentar:
Posting Komentar